Solusi untuk mencegah kegagalan trafo adalah dengan melakukan pengujian rutin terhadap minyak isolasi yang digunakan pada trafo. Oli berfungsi sebagai bahan pendingin dan dielektrik, dan kondisinya sangat penting agar trafo dapat beroperasi secara optimal. Salah satu pengujian oli trafo yang paling penting adalah Uji Tegangan Break Down (BDV). Uji BDV mengukur tegangan rusaknya insulasi pada sampel oli transformator, sehingga menjadikannya tidak efektif untuk penggunaan yang dimaksudkan. Selama pengujian, sampel oli dikenai tegangan yang meningkat dan tegangan di mana lompatan bunga api dicatat. Pembacaan tegangan biasanya dinyatakan dalam kilovolt (kV). Bagaimana cara melakukan uji oli trafo?
PENGAMBILAN MINYAK:
• Wadah KACA yang bersih dan kering harus digunakan. Ukuran wadah minimal harus tiga kali ukuran sel uji. (Wadah kurang lebih 1 liter sudah cukup)
• Selama pengambilan sampel, bilas wadah kaca dengan sedikit minyak dan tiriskan.
• Isi wadah dengan minyak hingga wadah meluap.
• Jangan memberikan ruang udara kosong di dalam wadah.
• Jangan biarkan gelembung udara masuk ke dalam wadah.
• Wadah Sampel harus ditutup kedap udara dengan gabus atau bahan lain yang tidak reaktif.
• (Opsional). Jika oli akan diangkut ke jarak yang lebih jauh, pastikan oli disimpan di tempat yang bersih dan kering serta diangkut dengan sangat hati-hati.
• Sebelum mengisi minyak ke dalam sel uji, kocok wadah secara perlahan tanpa menimbulkan gelembung udara.
• Bilas dinding sel uji dengan sedikit minyak dan tiriskan.
• Pastikan elektroda sel uji bersih.
• Isi sampel minyak hingga meluap, ke dalam sel uji tanpa terbentuknya gelembung udara.
• Jangan memulai tes setidaknya selama 5 menit. setelah mengisi sampel uji (minyak).
UJI TEGANGAN BREAK:
• Pengambilan sampel minyak harus dilakukan sesuai prosedur yang dijelaskan dalam petunjuk pengambilan sampel.
• Uji BDV harus dimulai paling sedikit 5 menit sejak pengisian minyak sampel ke dalam sel uji.
• Pastikan jarak antar elektroda dijaga pada jarak 2,5 mm.
• Pastikan elektrodanya bersih.
• Laju kenaikan tegangan uji harus disesuaikan pada 2kV per detik.
• Lakukan pengujian BDV 5 hingga 6 kali untuk sampel yang sama dengan interval waktu minimal 3 - 4 menit antar pengujian.
• Pastikan bahwa di antara pengujian, sampel uji diaduk.
• Catat hasil pengujian dan dapatkan rata-rata hasil pengujian untuk memperoleh tegangan tembus sampel uji. (Abaikan nilai ganjil)
