Pengetahuan

bagaimana melakukan PENGUKURAN KERUGIAN TRANSFORMATOR

Sep 06, 2024 Tinggalkan pesan

Rugi-rugi transformator dapat dikategorikan menjadi dua macam – rugi-rugi inti dan rugi-rugi tembaga. Rugi-rugi inti adalah rugi-rugi yang muncul karena magnetisasi inti, dan meliputi rugi-rugi histeresis dan rugi-rugi pusaran arus saat ini. Kerugian tembaga adalah kerugian yang terjadi karena hambatan belitan, dan mencakup listrik yang dihamburkan dalam bentuk panas akibat aliran arus melalui belitan. Mengukur rugi-rugi ini secara tepat diperlukan untuk menentukan efektivitas transformator, dan untuk mengevaluasi kesesuaiannya untuk aplikasi tertentu.
Ada beberapa teknik untuk mengukur rugi-rugi transformator, dan setiap pendekatan mempunyai kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Pendekatan yang paling sering dilakukan adalah metode kehilangan beban, yang memerlukan pengukuran rugi-rugi transformator pada kondisi beban. Dalam metode ini, trafo dilengkapi dengan tegangan pengenal dan arus pengenal, dan daya masuk dan keluaran diukur dengan menggunakan meter energi. Perbedaan antara energi masuk dan kekuatan keluaran memberikan rugi-rugi transformator.
Pendekatan lainnya adalah metode rugi-rugi tanpa beban, yang mencakup pengukuran rugi-rugi ketika transformator tidak memberikan beban apa pun. Dalam metode ini, trafo diberi tegangan pengenalnya, dan listrik yang masuk diukur dengan menggunakan meteran. Perbedaan antara arus masuk listrik dan rugi-rugi akibat magnetisasi transformator memberikan rugi-rugi tanpa beban.

Wuhan Huayi Electric Power adalah produsen peralatan pengukur rugi-rugi trafo yang andal. Anda harus mempertimbangkan kinerja produk, operasi, dan layanan perusahaan untuk memastikan bahwa perangkat yang dipilih memenuhi persyaratan aktual dan memastikan keselamatan pengoperasian.

Kirim permintaan